22 Oktober 2013

Akhirnya, Problem Bajaj Saya Selesai

Sebelumnya saya pernah cerita mengenai beberapa problem mengenai Bajaj Pulsar 180 UG3.

  1. Motor Oleng
  2. Bush Arm
  3. Bunyi pada Rantai Belakang
  4. Cap Camshaft Sering Bocor
  5. Ketersediaan Part yang Sulit
Hari ini setelah pergi ke bengkel Pulsar Kemayoran, problem-problem tersebut sudah teratasi (paling tidak sampai saat ini belum ada gejala-gejala aneh lagi).

Pada kasus motor oleng, problem diatasi dengan mengganti komstir (comsteer). Berhubung stok barang buat PIBO UG3 habis, terpaksa kanibal pakai punya PIES (P 135). Pelor tetap pakai punya yang lama, setelah dibersihkan terlebih dahulu. Setelah test benchmark bawa kebut dan test rem mendadak beberapa kali di jalanan, sepertinya motor sudah tidak oleng lagi.

Soal bunyi pada rantai belakang, akhirnya ganti rantai pakai tipe punya Honda Tiger ukuran 520. Part yang digunakan milik Indopart yang memakai sambungan. Ukuran rantai terlalu panjang, sehingga harus membuang beberapa mata biar pas dipasang ke gear. Sampai saat ini bunyi keras pada rantai sudah tidak muncul lagi.

Btw bengkel ini katanya pecahan dari beres (bengkel resmi) di Samanhudi dekat Pasar Baru. Salah seorang mekanik mengatakan kepada saya bahwa para montir di bengkel ini merupakan bekas karyawan di beres Samanhudi.

Saya pribadi selama ini belum pernah mencoba service di Samanhudi, karena Pulsar cuma di servis ke Bajaj Kelapa Gading atau Bajaj Gunung Sahari. Overal servis di bengkel baru Bajaj Kemayoran ini cukup memuaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar