16 Agustus 2013

Logika Sederhana Buat Kasus Mesir

Tragedi di Mesir seolah merupakan kejadian yang rumit serta berita yang beredar makin simpang-siur. Namun karena unsur politik terlibat, belum lagi latar belakang ideologi yang berkembang di Indonesia cukup beragam, tragedi ini disikapi tidak dengan cara yang selayaknya.


Mengapa dikatakan tidak selayaknya? Saya akan membuat analogi-analogi sederhana sebagai berikut.

Anda baru saja membeli sebuah laptop dengan spesifikasi tinggi untuk kebutuhan grafis dan multimedia. LCD dilapisi kaca antigores, antiretak, dan antiair. Rangka laptop terbuat dari baja, sehingga antiguncangan dan kuat di segala medan.

Hebatnya lagi, lapisan luar laptop dihiasi berlian dan diukir tinta emas. Singkat cerita, laptop tersebut benar-benar mahal.

Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba ada segerombolan perampok mendatangi Anda. Mereka segera mengambil paksa laptop sambil menodongkan pistol kepada Anda.

Anda tidak terima, dan mencoba melawan. Namun sia-sia saja, usaha Anda untuk meminta kembali laptop tersebut berujung pada tindak kekerasan dan intimidasi dari para perampok kepada Anda.

Banyak orang yang tidak jauh dari lokasi, tak luput juga melihat kejadian tersebut. Namun, mereka hanya diam, karena mereka punya pertimbangan masing-masing. Berikut pertimbangan-pertimbangan mereka yang menghalangi mereka untuk membantu Anda.
  1. Halah, itu laptop cicilan baru 51%. Kalau Anda ikhlaskan, tidak akan ada tindak kekerasan.
  2. Itu baru lunas 51% kan? Berarti belum 100% milik Anda karena sang rampok juga berhak atas laptop tersebut.
  3. Maaf, sepertinya sang rampok dari kampung Anda juga. Saya akan berdosa jika saya ikut-ikutan membantu Anda. Biar itu menjadi dosa Anda berdua.
  4. Saya tidak mau terlibat, semenjak laptop itu bukan milik saya. Saya tidak mau ditunggangi oleh urusan dan kepentingan Anda yah.
  5. Mampus tuh orang, pernah menghina laptop gue kemarin-kemarin!!!
  6. Yah elah, baru laptop doang yang hilang. Di sini mobil hilang ngga ada yg ngurus!
  7. Lagian sih, Anda dulunya beli dengan sistem cash. Andai saja Anda menuruti kami dengan membeli pakai sistem kredit, laptop Anda pasti ada asuransinya.
Lucunya lagi, dulu pernah ada kejadian orang-orang tersebut pernah diserobot tanahnya oleh sang rampok. Anda yang ada di sekitar lokasi segera bertindak dengan berteriak "rampok" sekeras-kerasnya agar warga sekitar mendengar.

Alhamdulillah, teriakan Anda didengar warga sekitar dan akhirnya mereka ramai-ramai mengusir rampok. Sang rampok pun lari ketakutan dan akhirnya orang-orang tersebut tidak jadi diserobot tanahnya.

Alhamdulillah berkat jasa Anda, anak orang-orang tersebut sekarang bisa mengembangkan tanahnya dan membangun berbagai kegiatan usaha. Yang paling terkini, tampaknya mereka sedang asyik diskusi konstruktif dengan membahas kejadian Sisca Yofie,  Cherrybelle, dan JKT48.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar