22 Agustus 2009

Blogspot VS WordPress (self host)

User Interface
Wew, membuat suatu artikel di blogspot ternyata sangat mudah. Terlalu mudah menurut saya barangkali. Sangat berguna buat orang awam yang baru mulai mau ngeblog. Tinggal buat tulisan, beri label, lalu publish. Sementara, WordPress memiliki konsep page dan post dengan sistem pengkategorian tulisan. Post biasanya memiliki loop di halaman indeksnya, sementara page menjadi halaman statis (haiyah ga usah dipikirkan soal ini, menurut saya WordPress memang lebih ditujukan kepada advanced blogger). Dalam hal ini, ada satu kelebihan WordPress dalam fungsi memotong tulisan yang terlalu banyak (fasilitas readmore), ketimbang blogspot yang tidak punya (musti menggunakan kode2 tertentu).

Themes Personalization
Jika Anda memiliki skill yang buruk dalam coding mengcoding (seperti saya), berbagai menu konfigurasi themes sederhana dari blogspot akan sangat berguna buat Anda. Akan sangat mudah membuat themes yang benar2 personal dengan beberapa langkah mudah (klak klik mouse) di blogspot.
Lain halnya dengan WordPress, tidak ada opsi konfigurasi sederhana (selain beberapa themes yang memberikan konfigurasi penggantian gambar header dan widget pada sidebar) untuk membuat blog Anda semakin personal. Bagi advanced webdesigner, mengedit themes WordPress adalah kenikmatan tersendiri (yai).

Third-Party Add-on
Plugin WordPress yang bejibun dikembangkan secara komunal maupun individual membuat WordPress self-host sangat mudah untuk didevelope. Kita bisa membuat toko jualan dengan plugin tertentu (semacam shopping chart), atau membuat situs iklan baris dengan WordPress. Adapun mesin dari blogspot milik Google sepertinya cuma bisa mengandalkan platform ngeblognya yang mudah dan ringkas.

Sementara ini cukup tiga point dulu. Review berikutnya akan menyusul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar